Sep 30, 2014

..ratapan naluri



Bismillahirrahmanirrahim

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan, "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta..."

(Al-Ankabut: Ayat 2 & 3)

Ya Allah,
Mengapa serasaku tak mampu menampung beratnya uijian dariMu?
Sedang telah Engkau janjikan,
"Sesungguhnya setiap kesukaran disertai kemudahan.."

Ya Allah,
Mengapa masih aku terluka menunggu jawapan dariMu?
Sedang telah Engkau berpesan,
"Sesungguhnya kami tidak mengubah nasib sesuatu kaum itu melainkan mereka yang mengubahnya.."

Ya Allah,
Telah lama aku nantikan.
Tapi apakah Engkau datangkannya hanya sebagai ujian?
Telah lama aku impikan, Ya Allah.
Tapi apakah ia Engkau kurniakan hanya untuk sedetik cuma?

Tuhanku, telah aku panjangkan doaku padaMu disetiap waktu dukaku, gembiraku.
Tuhanku, telah Kau dengar rintihku disetiap solat siang dan malamku.
Tuhanku, telah Kau saksikan tangisanku disetiap sujud Tahajudku.

Wahai Tuhanku,
Telah aku pahatkan usaha,
Telahku ukir doa-doa,
Telah basah lidahku dengan zikrullah, tasbih serta tahmid,
Tidakku lupa tawakal dan yakin padaMu.

Wahai Tuhanku,
Apakah tidak cukup ketulusanku ini terhadapMu?
Wahai Tuhanku,
Masihkah belum cukup kehambaanku terhadapMu?
Wahai Tuhanku,
Mungkinkah masih belum terbukti kecintanku padaMu?

Ya Allah,
Aku sering mengeluh..
Bimbinglah aku agar bisa tetap mensyukuriMu.
Suluhilah jalanku agar tidak aku tersasar dari jalan menemui redhaMu.
Berikanlahku satu peluang untuk menikmati keampunan dariMu dan kebahagiaan diduniaMu ini.
Tidakku rasakan yang terbaik untukku melainkan hanya Engkau yang tahu..


Sep 29, 2014

Mengukir Keindahan Masa Lalu


waktu membawaku berlari
begitu cepat,

menarik paksa
tubuhku yang telah ringkih...
memaksaku untuk tetap
menatap kedepan sembari
menghela nafas berat..

masa lalu…
ingin aku menolehnya walau untuk sebentar saja sekedar untukku
menghilangkan dahaga kerinduanku
akan masa-masa indah saat aku
masih memiliki cinta

saat ini sepertinya aku telah mati,
rasaku hilang entah kemana…

duka…
bahagia…
apapun namanya, semua bagiku sama tak ada lagi indah

yang dulu selalu membuatku tersenyum kini semua merentas
berhamburan dan sirna ditelan linangan air mata

andainya aku mampu, aku ingin kembali kemasa itu,
dimana ada senyum dan tawa

Saat ini aku ingin rasaku kembali
agar aku merasa hidup lagi,

aku ingin hatiku utuh lagi sebagai
mana dulu sebelum aku
mengenal cinta.



~Kinanti Mutiara Hati~

Kehilangan Harapan


Telah kau pasakkan satu halangan
Menjadikan kita terpisah, terseksa

Jauh kau melangkah pergi

Meninggalkan impian dan anganan

"Sanggupkah wahai hati?"

Masih tetap sunyi tanpa kepastian
Terburuk keseorangan
Khilaf menyalahkan takdir dan keadaan.
Cuba menggapai pautan dari sisa kekuatan
Mencari kekurangan diri, memikirkan kesalahan sendiri.

Telah hati kau peluk erat
dibawa pergi hingga tiada tinggal apapun.
Ingin sekali aku mengejar tapi kau hanya bayang.

Andainya mampu ku daki pelangi,

Akan kusiram cinta ini dengan warnanya.
Andainya dapat ku putar lautan,
Akan aku benamkan setiap halangan kedasarnya.

Atau apakah keputusan yang salah 
membawa ke tempat yang betul.
Atau apakah ia hanya kebetulan yang salah..