May 22, 2015

Cloudy Sad Friday Morning


Mendung di pagi jumaat ini seakan memayungi pemergiannya.
Menambahkan kepiluan tanpa dijemput.
Menghenti langkahku yang laju menuruni anak tangga menuju ke parking kereta. Kecederaannya yang parah itulah yang membawa kepada kematiannya, aku pasti. Tragis. Sungguh tragis dengan kepala yang hampir terpisah dari badan menampakkan daging yang masih merah. Kasihannya tubuh kecil ini menanggung azab yang sedemikian rupa.
Air mata mengalir tanpa tertahan mengiringi renyai halus.
Baru dua hari lepas dia menyapaku ditangga. Sekadar menyapa bukan meminta makan.
Sempat aku usap kepalanya sambil dia memejam mata tanda menerima. Tapi pagi ni aku jumpanya tanpa nyawa. Ditempat pertama kali kami bertemu inilah menjadi tempat yang terakhir dia memperlihatkan keadaannya padaku. Tragisnya perjumpaan kali yang akhir ini..
Damailah kau disana, Belang..